photo zon_zps9f0fdf08.jpg

Selamat datang di zonzonaindo.blogspot.com

Blog ini di buat untuk memberikan informasi tentang hal - hal mengenai teknologi

 photo 04b4cd2e-9ee9-4e5e-be9b-7891123158cf_zps5486e01b.jpg

Berbagi ilmu

Bantulah kami untuk membagikan ilmu kepada orang lain dengan cara klik share

 photo fa282e47-3087-4178-8726-9970d431cd82_zps9ab856ed.jpg

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, 23 September 2014

CARA MEMBUAT FUNGSI TERBILANG DESIMAL (BERKOMA) DENGAN PHP

Untuk IPK dan IPS biasanya kan berkoma tu, jadi agak beda cara bikin terbilangnya dari membuat terbilang untuk rupiah yang memang sudah banyak referensinya di internet atau di mbah google, dan kalau untuk membuat terbilang rupiah biasa cukup dengan memanfaatkan function konversi nya saja pada script di bawah ini,

<?php
function konversi($x){
   
  $x = abs($x);
  $angka = array ("","satu", "dua", "tiga", "empat", "lima", "enam", "tujuh", "delapan", "sembilan", "sepuluh", "sebelas");
  $temp = "";
   
  if($x < 12){
   $temp = " ".$angka[$x];
  }else if($x<20){
   $temp = konversi($x - 10)." belas";
  }else if ($x<100){
   $temp = konversi($x/10)." puluh". konversi($x%10);
  }else if($x<200){
   $temp = " seratus".konversi($x-100);
  }else if($x<1000){
   $temp = konversi($x/100)." ratus".konversi($x%100);   
  }else if($x<2000){
   $temp = " seribu".konversi($x-1000);
  }else if($x<1000000){
   $temp = konversi($x/1000)." ribu".konversi($x%1000);   
  }else if($x<1000000000){
   $temp = konversi($x/1000000)." juta".konversi($x%1000000);
  }else if($x<1000000000000){
   $temp = konversi($x/1000000000)." milyar".konversi($x%1000000000);
  }
   
  return $temp;
 }
   
 function tkoma($x){
  $str = stristr($x,",");
  $ex = explode(',',$x);
   
  if(($ex[1]/10) >= 1){
   $a = abs($ex[1]);
  }
  $string = array("nol", "satu", "dua", "tiga", "empat", "lima", "enam", "tujuh", "delapan",   "sembilan","sepuluh", "sebelas");
  $temp = "";
  
  $a2 = $ex[1]/10;
  $pjg = strlen($str);
  $i =1;
     
   
  if($a>=1 && $a< 12){   
   $temp .= " ".$string[$a];
  }else if($a>12 && $a < 20){   
   $temp .= konversi($a - 10)." belas";
  }else if ($a>20 && $a<100){   
   $temp .= konversi($a / 10)." puluh". konversi($a % 10);
  }else{
   if($a2<1){
     
    while ($i<$pjg){     
     $char = substr($str,$i,1);     
     $i++;
     $temp .= " ".$string[$char];
    }
   }
  }  
  return $temp;
 }
  
 function terbilang($x){
  if($x<0){
   $hasil = "minus ".trim(konversi(x));
  }else{
   $poin = trim(tkoma($x));
   $hasil = trim(konversi($x));
  }
   
if($poin){
   $hasil = $hasil." koma ".$poin;
  }else{
   $hasil = $hasil;
  }
  return $hasil;  
 }

echo ucwords(terbilang('3,99'));

?>


selamat mencoba!!!

MASALAH DAN GEJALA MASYARAKAT

1.       Masalah dan Gejala
-          Masalah (problem) adalah perbedaan antara kondisi yang terjadi dengan kondisi yang diharapkan atau dapat diartikan sebagai perbedaan antara kondisi sekarang dengan tujuan yang diinginkan.
-          Gejala adalah tanda atau petunjuk terjadinya suatu masalah.
2.       Tipe – tipe masalah
a.       Masalah pemenuhan standar. Tipe masalah ini adalah masalah – masalah yang berhubungan dengan pencapaian standar yang telah ditentukan dalam sebuah organisasi. Biasanya tujuan seperti ini berlaku dalam jangka waktu yang panjang.
b.      Masalah pemilihan alternative
Tipe masalah ini berhubungan dengan bagaimana memilih solusi terbaik dari berbagai alternative berdasarkan kriteria – kriteria tertentu.
c.       Masalah pemenuhan kepuasan konsumen
Masalah ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan konsumen. Seringkali terjadi pada perusahaan yang bersifat profit (mencari keuntungan).
d.      Maslah pencapaian tujuan
Hamper sama dengan masalah pemenuhan standar. Yang membedakan adalah tipe tujuan yang ingin dicapai dapat berubah – rubah dalam jangka waktu yang pendek.
3.       Pemecahan masalah
Pemecahan masalah adalah sebuah proses dimana suatu situasi diamati kemudian bila ditemukan ada masalah di buat penyelesaiannya dengan cara menentukan masalah, mengurangi masalah, menghilangkan masalah, atau mencegah masalah itu terjadi.


Ada banyak urutan dalam proses pemecahan seperti digambarkan berikut.

Masalah berbeda memungkinkan adanya urutan pemecahan masalah yang berbeda. Tergantung pada tipe dan sifat masalah yang terjadi. Tahapan kritis pada pemecahan masalah adalah pendefinisian masalah. Jika suatu masalah tidak dapat didefinisikan dengan baik, maka akan sulit untuk dapat menjalankan tahapan – tahapan berikutnya.
Secara umum proses pemecahan masalah dapat dilakukan dengan empat tahap utama.
a.       Memahami dan mendefinisikan masalah
Tujuan dari tahapan ini adalah memahami masalah dengan baik dan mengurangi bagian – bagian yang kurang penting.
b.      Membuat rencana pemecahan masalah.
Pada tahap ini ada 2 kegiatan penting.
1.       Mencari berbagai cara penyelesaian yang mungkin diharapkan.
2.       Membuat rencan pemecahan masalah.
c.       Merancang dan menerapkan rencana
Untuk memperoleh cara penyelesaian rencana kasar dari langkah kedua. Pada bagian ini di perbaiki dan diperjelas dengan pembagian dan urutan rinci yang harus ditempuh dalam penyelesaian masalah.
d.      Memeriksa dan meyampaikan hasil dari pemecahan masalah.
Bertujuan untuk memeriksa keakuratan dari hasil cara yang dipilih untuk memenuhi tujuan yang di inginkan.


Wednesday, 5 February 2014

Pengertian Bandwidth

What is Bandwidth? Bandwidth adalah nilai hitung atau perhitungan konsumsi transfer data telekomunikasi yang dihitung dalam satuan bit per detik atau yang biasa disingkat bps yang terjadi antara komputer server dan komputer client dalam waktu tertentu dalam sebuah jaringan komputer.

Bandwidth sendiri akan dialokasikan ke komputer dalam jaringan dan akan mempengaruhi kecepatan transfer data pada jaringan komputer tersebut sehingga semakin besar Bandwidth pada jaringan komputer maka semakin cepat pula kecepatan transfer data yang dapat dilakukan oleh client maupun server.

MODULARITAS

Suatu pemrograman yang baik seharusnya program yang besar dipecah menjadi programprogram yang kecil yang selanjutnya disebut modul. Modul-modul kecil tersebut dapat dipanggil sewaktu-waktu diperlukan. Dalam PHP juga mendukung konsep tersebut yang selanjutnya
diberi nama modularitas. Kita dapat menyisipkan isi suatu file/modul lain ke dalam file/modul
tertentu.

Terdapat 2 perintah/function untuk hal tersebut dalam PHP yaitu menggunakan include dan
require.

Include()

Untuk memudahkan pemahaman, diberikan contoh berikut. Misalkan kita akan membuat menu
link sejumlah 4 buah yaitu index, about, links, dan contact pada setiap halaman web yang kita
buat. Teknik yang digunakan adalah membuat menu link dalam suatu modul tersendiri kemudian
modul tersebut dipanggil pada setiap halaman web yang diinginkan terdapat menu link di
dalamnya.

menu.php

<html>
<body>
<a href="index.php">Home</a> -
<a href="about.php">About Us</a> -
<a href="links.php">Links</a> -
<a href="contact.php">Contact Us</a> <br>

index.php

<?php
include("menu.php");
?>

<p>Ini adalah halaman index</p>
</body>
</html>

about.php

<?php
include("menu.php");
?>

<p>Ini adalah halaman about</p>
</body>
</html>

Dari teknik di atas tampak adanya kemudahan dalam membuat halaman web. Dalam hal ini, kita
tidak perlu membuat menu link di setiap halaman web yang ada. Bayangkan seandainya kita

Dasar-dasar Pemrograman PHP
punya halaman web sejumlah 100 buah yang kesemuanya ingin diberi menu link tanpa
menggunakan teknik di atas, tentu hal tersebut sangat merepotkan.

Meskipun secara teknis, kode pembangun web dipecah dalam modul-modul, namun ketika di
browser akan terlihat menyatu. Berikut ini adalah kode HTML yang dihasilkan oleh browser ketika
membuka halaman web index.php

<html>
<body>
<a href="index.php">Home</a> -
<a href="about.php">About Us</a> -
<a href="links.php">Links</a> -
<a href="contact.php">Contact Us</a> <br>
<p>Ini adalah halaman index</p>
</body>
</html>

Require()


Cara penggunaan maupun fungsi dari require() sama dengan include(). Jadi apa perbedaannya?
Sebaiknya mana yang kita gunakan? Perhatikan contoh berikut ini

<?php
include("noFileExistsHere.php");
echo "Hello World!";
?>

dengan asumsi bahwa file noFileExistxHere.php tidak ada.

Maka dengan menggunakan include() akan dihasilkan tampilan:

Warning: main(noFileExistsHere.php): failed to open stream: No such
file or directory in include.php on line 2

Warning: main(): Failed opening 'noFileExistsHere.php' for inclusion
(include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in include.php on
line 2

Hello World

Selanjutnya kita akan gunakan require().

<?php
require("noFileExistsHere.php");
echo "Hello World!";
?>

dan hasilnya

Warning: main(noFileExistsHere.php): failed to open stream: No such
file or directory in require.php on line 2

Fatal error: main(): Failed opening required 'noFileExistsHere.php'
(include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in require.php on
line 2 


Dasar-dasar Pemrograman PHP

Bandingkan kedua hasil di atas, khususnya yang tercetak merah. Pada include(), error yang
dihasilkan hanya berupa Warning saja dan statement berikutnya masih dapat dijalankan. Hal ini
terlihat bahwa teks Hello World! Masih ditampilkan di browser. Sedangkan pada require(),
error yang dihasilkan berupa Fatal Error. Dengan demikian statement selanjutnya tidak akan
dijalankan.

Disarankan agar Anda menggunakan require() dengan harapan bahwa kode PHP yang Anda
buat tidak akan diproses apabila terdapat file yang hilang atau tidak ada.

Tuesday, 4 February 2014

Cara menjadikan Project VB ke File EXE



Cara menjadikan Project VB 2010 ke File EXE

Dalam postingan saya akan memberikan panduan untuk instalasi aplikasi atau program buatan sendiri yang dibuat menggunakan software Visual Studio ( Visual basic ) 2010. Instalasi ini dilakukan ketika kita telah selesai membuat sebuah aplikasi dan aplikasi itu siap untuk disebarkan/diinstal pada banyak komputer. Untuk instalasi ini ada 2 cara, cara pertama yaitu cara manual dan cara kedua adalah dengan membuat file setup.exe untuk menginstal aplikasi yang telah dibuat tadi.

Cara 1 :

Cara manual ini adalah cara paling mudah untuk menyebarkan aplikasi yang telah Anda buat pada beberapa komputer, caranya yaitu kita hanya perlu mengcopy file .exe dari aplikasi yang telah dibuat. Contohnya Anda telah membuat sebuah aplikasi dengan Visual Studio 2010 dengan nama project Simulasi TA. Ketika aplikasi ini sudah siap untuk digunakan pada beberapa komputer, Anda hanya perlu mengcopy file sisfo Simulasi.exe yang berada dalam folder similasi TA/bin/debug/similasi TA.exe. Lalu copy-paste saja file similasi TA.exe tadi ke komputer komputer yang akan menggunakan aplikasi ini. File similasi TA.exe yang tadi sudah di copykan hanya perlu di double click saja dan aplikasi tersebut langsung dapat digunakan sebagaimana mestinya.



Cara ke 2 :

Dengan cara kedua ini Anda harus membuat file setup.exe untuk aplikasi yang sudah Anda buat, sehingga nantinya aplikasi yang sudah Anda buat akan terinstal dalam sistem komputer seperti ketika Anda menginstal software ke dalam komputer Anda. Bedanya dengan cara pertama yaitu, pada cara pertama aplikasi yang sudah jadi hanya diletakkan dalam komputer dengan cara copy-paste sehingga aplikasi tidak masuk dalam sistem komputer.

Untuk membuat file setup.exe caranya adalah:
Buka project yang sudah Anda buat.



Pilih menu Project Properties

Setelah jendela properties dari project Anda terbuka kemudian pilih menu publish dari jendela tersebut 

Anda tentukan dimana lokasi file hasil publish disimpan pada Publish Location 

Pilih Publish Now dan tunggu hingga Visual Studio selesai mempublish project Anda menjadi file setup.exe.
Cara bukanya di < nama project anda>/bin/debug/app.publish, seperti gambar berikut ini :


Setelah Anda mempunyai file setup dari aplikasi yang Anda buat, selanjutnya Anda install pada komputer yang Anda inginkan dengan mengklik file setup yang ada.

Selamat mencoba..

Monday, 3 February 2014

PHP – OPERATOR


PHP – OPERATOR

Dalam bahasa pemrograman secara umum, operator digunakan untuk memanipulasi atau
melakukan proses perhitungan pada suatu nilai. Sampai saat ini, Anda telah mengenal operator
“.” (menggabungkan string) dan “=” (proses assignment). Selain dua operator itu masih banyak
jenis operator yang lain dalam PHP yaitu:


• Operator aritmatik
• Operator perbandingan
• Gabungan operator aritmatik dan assignment

Operator Aritmatik 


Berikut ini adalah tabel operator aritmatik, makna dan contohnya:


Contoh:


<?php
$penjumlahan = 2 + 4;
$pengurangan = 6 - 2;
$perkalian = 5 * 3;
$pembagian = 15 / 3;
$modulus = 5 % 2;
echo "Menampilkan penjumlahan: 2 + 4 = ".$penjumlahan."<br>";
echo "Menampilkan pengurangan: 6 - 2 = ".$pengurangan."<br>";
echo "Menampilkan perkalian:  5 * 3 = ".$perkalian."<br>";
echo "Menampilkan pembagian: 15 / 3 = ".$pembagian."<br>";
echo "Menampilkan modulus: 5 % 2 = " . $modulus.";
?>

Operator Perbandingan

Perbandingan digunakan untuk menguji hubungan antara nilai dan atau variabel. Operator ini
digunakan dalam suatu statement bersyarat yang selalu menghasilkan nilai TRUE atau FALSE.

Misalkan:
$x = 4; $y = 5;

berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan operator perbandingan dan hasilnya.


Dasar-dasar Pemrograman PHP


Operator Makna Contoh Hasil
==
Sama dengan
$x == $y
FALSE
!=
Tidak sama dengan
$x != $y
TRUE
<
Lebih kecil dari
$x < $y
TRUE
>
Lebih besar dari
$x > $y
FALSE
<=
Lebih kecil atau sama dengan dari
$x <= $y
TRUE
>=
Lebih besar atau sama dengan dari
$x >= $y
FALSE
Kombinasi Operator Aritmatik dan Assignment

Dalam pemrograman seringkali dijumpai proses yang melibatkan proses increment. Misalkan kita
menginginkan proses increment dengan tingkat kenaikan 1, maka perintah yang dituliskan dapat
berupa

$counter = $counter + 1;

dalam PHP, perintah di atas dapat ditulis dalam satu perintah singkat sebagai

$counter += 1;

Dari contoh di atas tampak bahwa operator yang digunakan (+=) merupakan gabungan dari
operator aritmatik dan assignment. Berikut ini adalah bentuk-bentuk operator lain jenis ini.




Operator Pre/Post Increment dan Decrement 


Operator jenis ini merupakan pengembangan dari operator jenis sebelumnya. Operator ini hanya
digunakan pada proses increment maupun decrement dengan tingkat 1.

Berikut ini adalah operator yang termasuk jenis ini:

• $x++; ekuivalen dengan $x += 1; atau $x = $x + 1;
• $x--; ekuivalen dengan $x -= 1; atau $x = $x – 1;

Contoh:

<?php
$x = 4;
$x++;

Dasar-dasar Pemrograman PHP
echo "$x;
$x = 4;
$x--;
echo "$x;
?>

Sunday, 2 February 2014

PHP - SINTAKS

PHP - SINTAKS


Kode-kode PHP dituliskan di antara tanda berikut ini:

<?php

...
...
...

?>

atau

<?

...
...
...

?>

Apabila Anda membuat kode PHP dan berencana akan mendistribusikan ke pihak/orang lain,
maka usahakan untuk menggunakan sintaks <?php ... ?>. Hal ini dikarenakan untuk
penggunaan kode yang menggunakan <? ?> terkadang tidak bisa dijalankan dalam server
tertentu.

Menyimpan File PHP

Apabila Anda memiliki kode PHP yang disisipkan dalam HTML dalam suatu file dan
menginginkan web server dapat menjalankannya, maka file tersebut harus disimpan dalam
ekstensi .php. Apabila Anda menyimpannya dengan ekstensi .html atau .htm, maka kode PHP
tersebut tidak akan diproses dan akan ditampilkan dalam web browser seperti apa adanya
(berupa kode-kode).

Contoh:

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World!";
?>

</body>
</html>



Dasar-dasar Pemrograman PHP
Semicolon (;)

Apabila Anda perhatikan contoh sebelumnya, maka terdapat tanda titik koma (semicolon) pada
akhir perintah echo. Tanda semicolon merupakan penanda akhir dari statement PHP dan harus
ada.

Contoh:

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
?>

</body>
</html>


Pindah Spasi 

Seperti halnya HTML, pergantian spasi dalam PHP tidak akan mempengaruhi tampilan hasilnya.
Dengan kata lain, pergantian spasi akan diabaikan oleh PHP.

Perhatikan contoh berikut ini. Pada contoh tersebut diberikan tiga bentuk penulisan kode PHP
yang berbeda namun akan dihasilkan tampilan yang sama dalam web browser.

Contoh:

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! ";
echo "Hello World! ";
?>

</body>
</html>

<html>
<head>
<title>My First PHP Page</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! "; echo "Hello World! ";
?>


Dasar-dasar Pemrograman PHP
</body>
</html>

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo "Hello World! ";


echo "Hello World! ";
?>

</body>
</html>

Variabel

Misalkan dalam PHP kita akan menyimpan suatu nilai berupa angka atau string dalam suatu
variabel, caranya adalah membuat nama variabel terlebih dahulu kemudian diberikan suatu
assignment pada nilai yang diinginkan. Perhatikan sintaks berikut ini

$nama_variabel = nilai;

Note: jangan lupa tanda dollar ($)

Contoh:

<?php
$hello = "Hello World!";
$sebuah_bilangan = 4;
$bilanganYangLain = 8;
?>

Dari contoh di atas tampak bahwa dalam PHP, nama variabel tidak perlu dideklarasikan terlebih
dahulu seperti halnya bahasa Pascal atau C/C++.

Aturan Penamaan Variabel

Berikut ini adalah beberapa aturan penulisan nama variabel:



• Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore (_)
• Nama variabel hanya boleh dituliskan dengan alpha numeric a-z, A-Z, 0-9 dan
underscore
• Nama variabel yang terdiri lebih dari satu kata, dapat dipisahkan dengan underscore
Echo

Seperti yang Anda lihat pada contoh-contoh kode PHP sebelumnya, bahwa perintah echo
digunakan untuk menampilkan teks ke dalam browser. Suatu teks atau string dapat dituliskan di
browser dengan langsung dituliskan dalam echo yang diapit oleh dua tanda petik ganda (quotes)

Dasar-dasar Pemrograman PHP
atau menyimpan string atau teks terlebih dahulu dalam suatu variabel kemudian dituliskan dalam
echo. Berikut ini adalah contohnya:

Contoh:

<?php
$StringKu = "Hello!";
echo $StringKu;
echo "<h5>I love using PHP!</h5>";
?>

Penting!!!

Hati-hati dalam penulisan suatu string yang di dalamnya terdapat tanda petik ganda (quotes)
menggunakan echo. Dalam echo, tanda quotes merupakan penanda awal dan akhir teks/string
yang akan ditulis dengan echo, sehingga Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini

• Jangan menggunakan tanda quotes di dalam teks yang akan ditulis dengan echo
• Apabila Anda tetap ingin menuliskan tanda quotes dalam teks yang akan ditulis dengan
echo, maka berikan tanda slash “\” di depan quotes tersebut.
• Selain itu, dapat pula Anda gunakan tanda petik tunggal (apostrophes) untuk
menggantikan tanda quotes pada teks.

Contoh:

<?php
echo "<font face="verdana" size="4">I love using PHP!</font>"; 
?>

<?php
echo "<font face=\"verdana\" size=\"4\">I love using PHP!</font>"; 
?>

<?php
echo "<font face='verdana' size='4'>I love using PHP!</h5>"; 
?>

Pada contoh kode pertama di atas akan terjadi error karena dalam teks yang ditulis dalam echo
terdapat tanda quotes. Sedangkan untuk kode kedua dan ketiga tidak terdapat error dan akan
dihasilkan output yang sama di browser.

Menampilkan Nilai Variabel dengan Echo

Nilai variabel dapat dengan mudah ditampilkan dengan menggunakan echo, baik nilai yang
berupa bilangan maupun string. Berikut ini adalah contoh-contoh di antaranya:

Contoh:

<?php
$string_ku = "Hello..  Nama saya: ";
$bilangan_ku = 4;
$huruf_ku = "a";
echo $string_ku;
echo $bilangan_ku;
echo $huruf_ku;

Dasar-dasar Pemrograman PHP
?>

Catatan:
Untuk menampilkan nilai variabel dengan echo tanpa menggunakan tanda quotes.

Berikut ini contoh menampilkan gabungan suatu nilai dari variabel yang berupa string.

Contoh:

<?php
$string_ku = "Hello.  Nama saya: ";
$baris_baru = "<br>";
echo $string_ku."Ari".$baris_baru;
echo "Hi, Nama saya Ari.  Kamu siapa? ".$string_ku.$baris_baru;
echo "Hi, Nama saya Ari.  Kamu siapa? ".$string_ku."Amalia";
?>

Untuk menggabungkan beberapa string menjadi satu digunakan operator dot (.)

Komentar dalam PHP

Seperti halnya bahasa pemrograman yang lain, komentar dalam suatu kode PHP tidak akan
dieksekusi. Terdapat dua cara memberikan komentar dalam PHP, yaitu

• Diberikan tanda // di depan teks komentar. Perintah ini hanya bisa berlaku untuk
komentar dalam satu baris
• Diberikan tanda /* di depan teks komentar dan diakhiri dengan */. Perintah ini dapat
digunakan untuk komentar yang terdiri lebih dari satu baris.

Contoh:

<?php
echo "Hello World!"; // Ini akan mencetak Hello World!
echo "<br>Psst...You can't see my PHP comments!"; // echo "nothing";
// echo "Namaku Faza!";
?>

<?php
/* Berikut ini adalah perintah
   untuk menuliskan Hello World */
echo "Hello World!";
/* echo "My name is Humperdinkle!";
echo "No way! My name is Ari-PHP Programmer!";
*/
?>